fbpx
Synesthesia/Paintinggenic, Pameran Tunggal Kemalezedine

Synesthesia/Paintinggenic, Pameran Tunggal Kemalezedine

Pelukis kontemporer Indonesia, Kemalezedine kembali menggelar pameran tunggal. Dalam pameran yang digelar di Galeri Rumah Miring, Pondok Indah, Jakarta ini, Kemal mengusung tajuk Synesthesia/Paintinggenic.

Pameran berlangsung dari 18-30 November dan dapat dikunjungi dengan melakukan reservasi terlebih dahulu. Protokol kesehatan diberlakukan untuk mengunjungi pameran ini.

Kemalezedine

Kemalezedine dikenal sebagai salah satu pelukis yang  cukup penting dalam arus utama seni lukis kontemporer Indonesia. Karya-karya Kemal muncul dengan metode dan karakter visual yang unik, yang telah menjadi ciri khasnya. Hal itu merupakan hasil dari riset mandirinya pada tradisi seni lukis Bali, konsep seni lukis modern dan paradigma seni lukis kontemporer.  Salah satu kelebihan Kemal adalah sikap kritisnya pada paradigma seni lukis kontemporer.

Kemalezedine lahir di Yogyakarta pada tahun 1978. Dalam periode tahun 1997-2004, dirinya mengikuti pendidikan di FSRD ITB. Ia melakukan pameran tunggal pertamanya di tahun 2012 di S.14 Bandung. Setelahnya ia terus turut aktif berserta di berbagai pameran yang diadakan secara nasional dan internasional.

Kemalezedine, Ramify, ink-oil on canvas, 200x200cm, 2021

Kemal juga aktif melakukan kegiatan di luar studio, di antaranya sebagai anggota dan penggerak dikelompok Nu-Abstract dan Neo-Pitamaha di Bali, di mana mereka mempelajari dan bereksperimen mengenai seni rupa Indonesia, lukisan dan gambar Bali.

Kemalezedine menitikberatkan praktek seninya pada penciptaan dan eksplorasi dunia lukisan-gambar.

Kurator Asmujo J Irianto dalam catatan kuratorialnya menyebut bagi Kemal pemikiran dan riset yang mendasari konsep seni lukisnya merupakan  hal yang penting.

Kemal memahami bahwa seni lukis kontemporer, yang di antaranya membawa semangat pos-modern,  sangat terbuka terhadap gagasan yang diambil dari sumber-sumber seni rupa tradisi. Beberapa tahun belakangan ini, Kemal mencoba mencari sintesa antara prinsip-prinsip formalis dalam seni lukis modern dan sumber visual, ataupun metode dari tradisi seni lukis Bali dan menjadikannya gagasan dalam berkarya.

Kemalezedine, Sprouts, ink-oil on canvas, 135x120cm, 2021

Kemalezedine, Synestesia, ink-oil on canvas, 200x200cm, 2021

Judul pameran ini,  Paintinggenic menunjukkan dua hal, pertama sebagaimana makna genic, yaitu  pertaining to, resembling, or arising from a gene or genes, atau biasa kita sebut sebagai genealogi, yaitu muasal.  Kedua, istilah Paintinggenic juga dapat dikaitkan dengan istilah photogenic, yaitu subjek-matter/obyek/figur yang tampak menarik dalam foto.

Kedua perkara tersebut memang menjadi hal yang disasar oleh Kemal.  Karakter gambar dalam  seni lukis tradisi Bali menjadi perhatian utama Kemal, melalui pendalaman metode dan tahapan pembentukan garis  dalam seni lukis  Bali.

Tidak terbebani pakem tradisi seni lukis Bali, Kemal bebas mengapropriasi tahapan tersebut, membalik, merubah, menyamarkan, mengurangi dan menambahkan. Jika garis dalam seni lukis klasik tradisional Bali tampak menekankan kedataran obyek atau figur, sedangkan pada lukisan Kemal, garis yang bertumpuk, berulang dan renik di atas blabar warna justru menjadi komponen pembentuk ilusi tiga dimensi—karena perbedaan kepadatan garisnya.

Lukisan tradisional Bali dipengaruhi oleh wayang beber dan wayang  kulit Jawa, yang dimainkan menjadi bayang-bayang pada layar, sehingga flatness menjadi karakter utamanya. Pada lukisan Kemal hal tersebut menjelma menjadi konstruk visual yang berbeda. Kendati aspek-aspek naratif dan pola tradisi sesungguhnya tampil dalam lukisan Kemal, namun tidak tampil mencolok, beberapa terlihat dan sebagian tersembunyi. Bisa dikatakan bahwa lukisan Kemal merupakan abstraksi dari lukisan tradisional Bali, dengan penekanan pada gubahan visual yang lebih personal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.