fbpx
Jakarta Biennale 2021 : Esok

Jakarta Biennale 2021 : Esok

Persembahan bagi Kota Jakarta dan ajakan membangun masa depan yang penuh harapan.

Jakarta Biennale, pameran seni kontemporer berskala internasional kembali digelar setelah 4 tahun vakum. Melibatkan 38 seniman dari dalam dan luar negeri, pameran ini bertempat di Museum Nasional, Museum Kebangkitan Nasional dan tempat-tempat publik di Jakarta Pusat, mulai 21 November 2021 hingga 21 Januari 2022.

Dolorosa Sinaga, Direktur Artistik Jakarta Biennale dan Direktur Program Farah Wardani menggagas “ESOK” sebagai tema Jakarta Biennale 2021.

“ Hak Asasi Manusia dan segala permasalahannya adalah landasan dari pameran Jakarta Biennale 2021 demi hari ESOK yang lebih manusiawi ! Bicara mengenai ESOK adalah bicara mengenai pembusukan yang terjadi hari ini! Bicara mengenai ESOK adalah bicara mengenai perubahan dan untuk mewujudkannya seni harus berada di garis terdepan!, “ ujar Dolorosa Sinaga dalam sambutannya yang dipajang secara tertulis di ruang pameran Museum Nasional.

“Sebagai kegiatan seni kontemporer terpanjang dalam sejarah Indonesia, selama 47 tahun Jakarta Biennale telah mendokumentasikan apa yang dikatakan dan dilakukan tentang seni pada dunia sekitar kita. Jakarta Biennale merupakan tolok ukur dalam dunia seni di Indonesia,” ungkap Farah Wardani.

“JB2021: ESOK tidak dimaksudkan sebagai sebuah kegiatan seni ‘Blockbuster’ dan juga tidak mengikuti model Seni Global yang ‘mapan’, tetapi justru bertujuan untuk membantu perkembangan karya-karya berkualitas tinggi dan punya arti secara sosial, yang dihasilkan oleh para seniman, komunitas, warga, dan kolektif. Banyak karya yang hadir pada penyelenggaraan kali ini merupakan kolaborasi jarak jauh dan terpencil. Karya-karya ini adalah kemenangan atas kesulitan, sebagai kado bagi kota yang telah sangat menderita karena pandemi,” kata Farah menambahkan.

Tiga kurator Jakarta Biennalle, Grace Samboh (Indonesia), Sally Texania (Indonesia), dan Qinyi Lim (Singapura), bersama-sama menggarap proses kuratorialnya. Proses kuratorial dimulai sejak akhir 2019.

Grace Samboh sebagai kurator menjelaskan hasil kuratorialnya , “Apa yang kami tawarkan dengan ESOK adalah mengajak semua orang untuk bersama dalam sebuah spektrum kerja artistik yang memungkinkan adanya berbagai kesempatan untuk semua orang, seniman, kolaborator, penonton, publik, untuk terlibat dan mengaktifkan isu-isu masa lalu, sekarang, dan mendatang – konsolidasi berbagai konteks sosial yang berbeda, tingkat kesadaran, dan toleransi lewat cara-cara alternatif dan bermakna.”

Jakarta Biennale 2021 tidak hanya menghadirkan pameran saja tetapi juga juga mengadakan program-program lainnya, seperti guided tour untuk masyarakat, berbagai workshop seni, simposium dan pemutaran film yang diadakan baik secara daring maupun luring.

karya dari kelompok komunitas bom benang, Rajutkejut asal Jakarta

Jakarta Biennale tidak hanya menghadirkan hiburan seni bagi warga Jakarta dan sekitarnya tetapi juga menjadi ajang destinasi wisata instagramabel. Terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang, tidak hanya dari kalangan penyuka seni, khususnya seni konteporer tetapi juga banyak menjadikannya obyek swafoto dengan latar belakang karya-karya seni yang artisitik.

Hampir semuanya merupakan karya seni instalasi, selain seni patung, lukis dan kriya, serta video atau foto. Yang untuk orang awam membuat mengernyitkan dahinya untuk memahami arti pesan yang ditampilkan lewat karya seni yang dipamerkan.

Namun itulah kegiatan melihat pameran seni, sebuah ajang rekreasi untuk jiwa dan pikiran untuk melihat dunia dari sisi yang berbeda melalui buah pikiran dan rasa para seniman. Tak sedikit karya-karya yang dipamerankan merupakan karya kolaborasi antar seniman dalam dan luar negeri.

Jakarta Biennale telah menjadi bagian dari upaya penyembuhan bagi warga Jakarta melewati masa pandemi, yang masih dalam ketidakpastian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.