fbpx
Pasar Seni Ancol Menggelar Pameran Pulih, Aktivasi Seni untuk Pemulihan Kolektif

Pasar Seni Ancol Menggelar Pameran Pulih, Aktivasi Seni untuk Pemulihan Kolektif

Pasar Seni Ancol bekerja sama dengan Yayasan Cita Prasanna dengan dukungan dari Direktorat Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar pameran seni rupa, seni pertunjukan, seminar, dan aktivasi sosial bernama Pulih.

Pameran dan kegiatan lain akan berlangsung secara simultan baik secara daring dan luring dari tanggal 14 hingga 29 November, di Pasar Seni di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Pulih merupakan acara pertama Pasar Seni sebagai bagian dari program revitalisasi dan proyek kerjasama dengan Yayasan Cita Prasanna.

“Kami bekerja sama dengan 10 orang seniman Indonesia, yang dalam praktiknya memang sudah banyak membicarakan tentang topik-topik pemulihan dan banyak bekerja dengan komunitas. Masing-masing seniman mengadakan kegiatan dan menciptakan karya yang bertujuan untuk mengaktifkan, intervensi atau menciptakan sistem baru di dalam masyarakat yang berfokus pada pemulihan individu, kelompok, atau lingkungan,” demikian disampaikan Mia Maria, general manager Pasar Seni yang sekaligus bertindak sebagai kurator Pulih.

Sepuluh seniman dari berbagai latar belakang akan berpartisipasi dalam acara ini yaitu Arahmaiani, Chairun Nissa, Eko Prawoto, Hana Madness, Lab Tanya, Melati Suryodarmo, Mella Jaarsma, Tisna Sanjaya, Galih Naga Seno, dan Reda Gaudiamo.

Arahmaiani, salah satu seniman yang terlibat dalam acara ini, akan memamerkan proyek Bendera dan video Ahimsa-Karuna yang menyoroti nilai-nilai perspektif budaya dan komunitas tempat dia bekerja. Arahmaiani menjelaskan bahwa Ahimsa (tanpa kekerasan) dan Karuna (cinta) berasal dari bahasa Sanskerta.

“Keduanya dipraktekkan oleh nenek moyang kita pada era Sriwijaya dan Medang Kamulan. Saya ingin menemukan kembali dan menafsirkan kembali arti dari kata-katanya,” demikian menurut Arahmaiani.

Sementara itu, filmmaker Chairun Nissa akan menampilkan 3.600 karya berupa video yang berkonsentrasi pada napas. Menurutnya, karya-karya tersebut merupakan pengalaman dan proses pribadi yang dialaminya semasa pandemi yang membuatnya harus tetap berada di rumah dan membatasi banyak aktivitas yang lain.

Selama berada di rumah, dia mulai mengeksplorasi pernapasan dan mendengarkan tubuhnya melalui pernapasan.

“Saya mencoba untuk mengeksplorasi beberapa teknik pernapasan sampai suatu hari saya jatuh sakit, tetapi saya tetap mendengarkan tubuh saya. Saya memasukkan proses tersebut dalam karya-karya saya,” papar  sutradara yang telah meraih banyak penghargaan ini. Film terbarunya Ibu Bumi (2020) mendapat perhatian dari banyak kalangan dengan membicarakan perlawanan terhadap pendirian pabrik semen di Kendeng, Jawa Tengah.

Sementara itu, dua seniman pertunjukan Reda Gaudiamo dan Galih Nagaseno akan menggelar seni pertunjukan Healing Music and Storytelling dan melakukan eksplorasi terhadap alat-alat musik tradisional sebagai metode pemulihan lewat suara.

Bagi yang berminat untuk mengunjungi pameran Pulih, Taman Impian Jaya Ancol dibuka untuk umum mulai pukul 6 pagi hingga 10 malam, dengan kapasitas pengunjung 25 persen. Jadwal lain dalam gelaran ini dapat dilihat di laman media sosial Pasar Seni Ancol.

Leave a Reply

Your email address will not be published.