fbpx
Tumbuh dan Berkembang Bersama Dongeng

Tumbuh dan Berkembang Bersama Dongeng

Dalam dongeng dan cerita rakyat nusantara terdapat kearifan dan nilai-nilai moral. Nilai-nilai tersebut diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Tidak hanya merupakan kekayaan tradisi yang memuat elemen-elemen identitas kebudayaan, dongeng sebagai medium pendidikan juga memiliki fungsi-fungsi pragmatis yang memberikan manfaat secara signifikan terutama dalam proses perkembangan anak di usia-usia awal mereka.

Manfaat Dongeng dalam Beragam Aspek Perkembangan Anak

Menurut psikolog dan konselor dari Personal Growth Counseling & People Development, Ghianina Armand, dongeng dan cerita secara umum dapat memainkan peran yang penting bagi orangtua dan anak dalam membangun relasi atau kedekatan secara emosional.

“Melalui dongeng dan bercerita, orangtua juga dapat memberikan pesan dan nilai-nilai kehidupan dengan masuk ke dalam zona nyaman anak, dalam bentuk yang mudah untuk dipahami oleh seorang anak,” demikian diterangkan Ghianina.

Lebih lanjut, Ghianina memaparkan bahwa dongeng memiliki manfaat dalam beragam aspek perkembangan anak.

Dalam aspek sosio-emosional, dengan memanfaatkan dongeng, orang tua dapat mengenalkan konsep-konsep abstrak di dalam kehidupan. Misalnya bagaimana berempati, bertoleransi, dan sebagainya melalui bentuk yang lebih mudah dicerna oleh anak-anak.

“Anak dapat menggunakan cerita yang disampaikan sebagai contoh untuk diterapkan di dalam kehidupan sosial. Hal ini membantu mengembangkan kecerdasan moral anak,” ungkap Ghianina Armand.

Ghianina Armand

Dongeng juga dapat mengembangkan kemampuan anak dalam berimajinasi, imajinasi anak dapat diarahkan oleh orang tuanya melalui cerita-cerita yang tentunya sudah sesuaikan dengan konteks budaya dan nilai-nilai di dalam keluarga. Di sisi lain, kemampuan imajinasi juga dapat menstimulasi kemampuan abstraksi anak, yang akan berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak.

Dongeng membantu anak dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah (problem solving) melalui permasalahan yang ditemukan di dalam cerita, anak dilatih untuk mampu melihat sebuah masalah dan mencari solusinya.

Di sisi lain, dongeng pun dapat digunakan untuk menstimulasi kemampuan berbahasa. Melalui cerita yang disampaikan, anak dikenalkan pada ragam kosakata baru yang kemudian dapat digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan mendongeng dapat menjadi dasar kemampuan anak dalam berinteraksi sosial. Jika anak telah terbiasa mendengarkan contoh percakapan dalam sebuah cerita, dapat meningkatkan kemampuan berbicaranya karena mereka menjadi terlatih cara berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.”

Di samping kemampuan berbahasa dan berinteraksi secara lisan, keseruan petualangan imajinatif yang dialami anak melalui dongeng dapat memantik minatnya untuk membaca sendiri. Minat yang terbangun tersebut dapat mendorong anak untuk mengeksplorasi berbagai macam bacaan yang dapat memacu mereka untuk mencari dan mendapatkan informasi-informasi baru.

Bahkan, dongeng yang disampaikan sambil melakukan aktivitas fisik dapat memberikan manfaat yang baik bagi perkembangan dan koordinasi tubuh mereka. Sembari mengikuti jalan cerita di dalam dongeng, anak dapat diajak untuk melompat, berlari, memperagakan aktivitas dan gerak-gerik yang sedang dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam dongeng yang mereka senangi. Kegiatan mendongeng seperti ini juga bisa mengoptimalkan indra sensoris seperti sentuhan, juga pendengaran mereka.

Dongeng Sejak dalam Kandungan

Orangtua dapat memulai kegiatan mendongeng dan membacakan cerita tanpa perlu menunggu anak mulai mampu berbicara. Bahkan, menurut Ghianina Armand, orangtua dapat memulainya sejak anak masih berada di dalam kandungan.

“Riset membuktikan bahwa anak-anak yang dibacakan dongeng sejak mereka masih di dalam kandungan dapat mengembangkan kemampuan berbicara secara lebih cepat dan lebih baik. Hal ini karena adanya stimulasi dini yang membantu anak untuk mengembangkan aspek kemampuan tersebut dengan lebih cepat,” urai Ghianina.

Dalam situasi pandemi saat ini, kesempatan bagi anak untuk melakukan eksplorasi, melakukan interaksi sosial menjadi sangat minim. Kegiatan mendongeng dan membacakan cerita dapat membantu orangtua untuk memberikan paparan situasi-situasi sosial yang belum pernah ditemui oleh anak, yang pada saatnya nanti tetap perlu dihadapi oleh anak secara langsung manakala kondisi sudah memungkinkan.

Karena interaksi sosial dengan teman sebaya dan orang dewasa memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak-anak. Sebab, respon yang diberikan oleh teman sebaya dan orangtua pasti berbeda. Dalam hal ini, Ghianina mengingatkan bahwa interaksi secara langsung dan interaksi melalui kegiatan mendongeng atau membacakan cerita akan memberikan dampak yang berbeda pada anak.

Tips Mendongeng dari Ghianina Armand

Ghianina Armand memberikan beberapa tips bagi orangtua dalam mendongeng atau membacakan cerita kepada anak agar kegiatan ini mendatangkan manfaat secara lebih efektif.

Berikut beberapa tips dari Ghianina :

  • Memilih cerita sesuai dengan tema-tema atau nilai yang ingin dikenalkan oleh orang tua.
  • Menggunakan bantuan visual agar menarik dan lebih mudah untuk ditangkap oleh anak.
  • Menggunakan pilihan kata yang sederhana agar lebih mudah dipahami.
  • Memakai variasi intonasi suara agar dapat menghidupkan karakter yang diceritakan.
  • Bercerita dengan cara yang interaktif, memberi kesempatan bagi anak untuk berpartisipasi juga di dalam cerita tersebut. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan melibatkan anak untuk membalik halaman, menunjuk karakter yang diceritakan, dan sebagainya.
  • Jadikan kegiatan mendongeng dan membacakan cerita sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan. Karena, pengalaman yang menyenangkan akan menguatkan ketertarikan anak dan akan memudahkan mereka untuk memproses informasi dan cerita.

Festival Folklor Digital 2021

Untuk merayakan dan menikmati keindahan dongeng-dongeng nusantara, Kultural.id menggelar Festival Folklor Digital yang berlangsung secara daring dan terbuka untuk umum pada 21 Juni sampai 17 Agustus 2021.

Seperti tahun lalu, festival ini juga mengundang tokoh-tokoh publik untuk ikut serta merayakan dongeng-dongeng nusantara. Festival Folklor Digital 2021 mengikutsertakan para influencer, seniman, pengusaha, pendidik, orang tua, dan terutama anak-anak dalam sebuah kebersamaan yang dapat dinikmati semua kalangan langsung dari rumah.

Tokoh-tokoh publik yang terlibat dalam Festival Folklor Digital 2021 di antaranya adalah Chelsea Islan, Andien Aisyah, Ayushita, Dimas Anggara, Nadine Chandrawinata, Reynintha Sarassati, Keenan Pearce, dan lain-lain. Mereka akan membacakan dongeng-dongeng nusantara dengan iringan musik yang diracik khusus untuk acara ini oleh musisi Ammir Gita Pradana. Festival juga akan turut diramaikan oleh komunitas-komunitas dongeng seperti Ayo Dongeng Indonesia dan Komunitas Bali Mendongeng.

Kultural Indonesia juga mengajak publik untuk ikut serta dalam membuat video dongeng sekreatif mungkin dalam gaya masing-masing sesuai syarat dan ketentuan. Peserta dapat menggunakan alat bantu, kostum, dan lain-lain, lalu mengunggah video di instagram dalam bentuk posting IGTV atau video feed, dengan men-tag dan mention akun instagram @kultural.indonesia serta mencantumkan tanda pagar #BerbagiDongeng dalam unggahan tersebut.

Setiap minggu, dari 21 Juni sampai 13 Agustus 2021,  akan dipilih 3 video terbaik  yang akan mendapatkan hadiah masing-masing Rp250.000. Pada  tanggal 17 Agustus akan diumumkan 3 video terpilih dari video-video terpilih mingguan ini dan berhak menerima hadiah masing-masing sebesar Rp500.000.

Dengan merayakan cerita rakyat nusantara dalam Festival Folklor Digital 2021, Kultural.id berupaya ikut merawat dan meneruskan kegembiraan, petualangan, keajaiban, dan kebijaksanaan yang terkandung di dalam dongeng-dongeng tradisional dan baru dalam format digital yang modern, interaktif, dekat, dan mudah diakses oleh semua.

Festival Folklor Digital 2021 diselenggarakan oleh Kultural.id dengan memanfaatkan platform media sosial instagram @kultural.indonesia dan didukung oleh UOB Indonesia, Magnus Law Offices, Petromax Communication, Sekolah Tesa Montessori, Mentari Intercultural School Bintaro, Yayasan Perguruan Nasional Brigjend Katamso Medan, Ayo Dongeng Indonesia, Komunitas Mendongeng di Bali, Taman Bacaan Pelangi, Mother and Baby, Cosmopolitan FM, dan Her World Magazine.

Leave a Reply

Your email address will not be published.